Skip to main content

Homemade Reed Diffuser


Beberapa minggu lalu aku menemukan alternatif diffuser yang murah dan bisa dibuat dirumah. Reed diffuser sendiri cukup banyak dijual karena dia memang salah satu jenis diffuser dari sekian banyak jenis diffuser yang ada--dan bisa kamu buat sediri dirumah!! Here's how to DIY a reed diffuser for a natural aromatherapy at home :)


Yang kamu butuhkan :

Wadah atau Botol
Kamu bisa pakai botol atau jar apapun yang kamu punya dirumah. Usahakan menggunakan wadah atau botol yang berbahan kaca dan memiliki lubang yang sempit di bagian atas. Semakin kecil lubangnya semakin kecil minyakmu akan menguap :)

1/4 Cup (4 sdm) Carrier Oil
Semakin encer carriel oil yang kamu punya semakin bagus. Tapi tidak perlu beli ya kalau kamu sudah punya. Kamu bisa pakai apapun kok, sweet almond oil, safflower oil, coconut oil, atau carrier oil yang lain. 

15-25 drops Essential Oil
Essential oil adalah kunci. Perbedaan merek essential oil biasanya berpengaruh dengan seberapa banyak essential oil yang kamu butuhkan. Ukur sendiri berapa tetes yang kamu butuhkan untuk mendapatkan aroma yang kamu inginkan. Kamu juga bebas meracik aroma essentiaol oil apa saja sesuai dengan seleramu. Kalau dirasa satu aroma cukup, ya gunakan satu saja. 

Reed Diffuser Stick
Reed Diffuser Stick bisa kamu beli di toko-toko online. Tapi kalau kamu punya tusuk sate atau sumpit bambu bekas di rumah, pakai aja :) 

Vodka (optional)
Kalau aroma reed diffuser-mu kurang kuat kamu bisa menambahkan vodka, atau alkohol 70%. Kamu juga bebas menambahkan meski aroma sudah cukup kuat. Pilihan ada di tanganmu :)

Yang kamu lakukan :

Campur semua bahan ke dalam wadah atau botol. Aduk menggunakan stik, lalu masukkan semua stik. Tunggu selama 1-2 jam, lalu balikkan stik agar aromanya tercium.

Selamat mencoba :)

Comments

Popular posts from this blog

Love Myself

Terkadang seorang manusia harus berhenti sejenak di sela-sela harinya, dan bertanya, "Sudah sejauh apa aku mencintai diriku sendiri?". Dua minggu kemarin adalah dua minggu tanpa jeda

Dua Puluh Tiga

September ini, wanita berambut panjang itu genap berusia dua-puluh-tiga tahun. Cukup dekat dengan seperempat abad.  Dua puluh tiga tahun hidup banyak hal yang wanita itu jalani. Naik turun. Kadang di atas, kadang atas banget, kadang di bawah, kadang nyungsep bawah banget. Yah suka suka kehidupan mau bawa dia kemana. Saat ini wanita itu sudah lulus kuliah. Untuk pertama kali dalam hidupnya, ada kebingungan yang ia hadapi, akan kemana ia melangkah? Tidak, wanita ini tidak kehabisan mimpi. Justru sejak kecil ia hidup karena mimpinya. Ia hanya bingung bagaimana cara ia memulai mimpinya. Rasanya ia seperti mendapat firasat usia ini adalah titik balik kehidupannya. Wanita itu kemudian mengingat dua puluh tiga tahun kehidupannya. Mengingat bagaimana ia akhirnya lulus setelah bersusah payah menyelesaikan tugas akhir, karena sungguh ia adalah manusia perfeksionis yang menyulitkan diri sendiri. Bagaimana ia bisa begitu bebas keluas masuk goa, padahal ia takut ketinggian, dan bukan s...

Negeri Dongeng

Di negeri dongeng, akhir manis selalu dicintai. Padahal sebenar-benarnya negeri dongeng terkadang perlu akhir yang pahit. Karena tidak asik merasakan manis dari sebuah gula yang memang sudah manis. Seperti kopi yang pahit tapi asik kalau diminum, seperti itulah hidup. Asik ketika kamu bisa merasakan rasa tersembunyi dari pahitnya kopimu.  Pahit manis hanya rasa yang dipersepsikan oleh otakku, otakmu, otak dia secara berbeda. Bagiku sayur ini asin, bagimu tidak, bagi dia sudah pas. Maka rasa hidupmu otak mu sendiri yang menentukan. Kamu bahagia atau tidak itu keputusan otakmu. Bahkan di negeri dongeng sekalipun.