Saat ini Yogya sedang turun hujan. Seharusnya ada secangkir kopi yang menemaniku menikmati alunan suara hujan. Tapi hari ini aku harus mengalah pada kondisiku yang sedang kurang baik. Aku punya kesenangan sendiri terhadap kopi dan hujan. Kalau bukan karena kondisiku aku menjamin bahwa setiap hujan akan selalu aku nikmati bersama kopi. Karena aroma kopi dan suara hujan adalah seni yang apik. Ah, andai saja aku sedang sehat! Hujan selalu sukses membuat aku seorang manusia menjadi galau. Butir air yang jatuh dari langit sendunya secara misterius ikut membawa sebuah kenangan. Sebuah kenangan peristiwa kecil seorang manusia di kala hujan kemarin. Bahkan hujan secara ajaib mampu membuat dua manusia yang sedang jatuh cinta tidak butuh apa-apa untuk bahagia. Mereka hanya duduk diam di bawah atap menunggu hujan turun, sambil sesekali melirik satu sama lain dan tersenyum kecil. Romantis. Seperti tujuh warna yang ia tinggalkan di siang hari. Seperti pantulan cahaya lampu yang ia tinggalkan...
Selamat datang di Sudut Pandang saya.