Sebagian besar manusia berinteraksi dengan manusia lain. Interaksi mereka menghasilkan kisah satu sama lain. Terkadang ada manusia manusia lain di antara kisah mereka. Seperti kisah sepasang orang kekasih, kisah sebuah keluarga, atau kisah sekelompok pertemanan.
Mari kita anggap kisah manusia adalah sebuah buku cerita
. Setiap buku cerita ini punya konflik tersendiri. Konflik kecil, sedang, besar, atau yang sangat membekas bahkan mempengaruhi manusia itu di masa depan.
. Setiap buku cerita ini punya konflik tersendiri. Konflik kecil, sedang, besar, atau yang sangat membekas bahkan mempengaruhi manusia itu di masa depan.
Bila manusia adalah sebuah kamar. Maka kamar itu dipenuhi semua buku cerita ia dan manusia manusia lain. Beberapa tertutup dengan rapi. Beberapa ia biarkan terbuka karena kisahnya memang belum selesai.
Tapi ada segelintir manusia yang membiarkan buku itu terbuka karena kisah mereka terlalu sulit untuk diselesaikan. Terlalu membekas untuk dihapus. Bukannya menutup ia lebih memilih menghindar.
Segelintir manusia lain membiarkan buku itu terbuka namun berusaha untuk menutupnya seiring berjalannya waktu. Bagi manusia ini ia tak perlu persetujuan manusia lain untuk menutup buku itu.
Segelintir manusia lain berusaha memaksa menutup buku itu, secara egois. Agar ia tenang dan tidak menghabiskan waktu untuk mampir melihat buku yang selalu terbuka. Walau ia harus menahan sakit, yang penting itu berhasil ia tutup.
Lalu?
Bagaimana bila seorang manusia merasa buku ceritanya masih terbuka dan berusaha menutup dengan memaksa? Padahal manusia lain merasa sudah menutup buku itu jauh-jauh hari. Egois kah bila manusia ini membuka buku manusia lain hanya untuk menutup bukunya juga?
Lalu bila manusia ini sudah menutup buku, mungkinkah manusia lain justru tidak bisa menutup bukunya lagi? Atau bisa menutup namun membutuhkan waktu yang lama?
Entahlah.
Hanya dua manusia itu yang tahu. Semoga mereka berdua benar-benar berhasil menutup buku cerita mereka dengan baik. Begitu juga kalian. Begitu pun aku.
x
Comments
Post a Comment